Sabtu, 13 November 2010

Pengertian Sosiologi, Desa, Kota, Sosiologi Desa, Sosiologi Kota, dan Perbedaan Masyarakat Kota dan Desa


sumber : google.com
A. Pengertian Sosiologi Menurut Para Ahli
Sosiologi berasal dari bahasa yunani yaitu kata socius dan logos, di mana socius memiliki arti kawan / teman dan logos berarti kata atau berbicara.
1.   Menurut Bapak Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, sosiologi adalah ilmu yang    mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial.
2.   Menurut Emile Durkheim, sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta
yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.
  1. Menurut Pitirim Sorokin, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

  1. Menurut Roucek dan Warren, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

  1. Sedangkan William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkopf menyatakan bahwa Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

  1. J.A.A Von Dorn dan C.J. Lammers, Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

  1.  Max Weber, Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

  1. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi, Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

  1. Paul B. Horton, Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

  1. Soejono Sukamto, sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

  1. William Kornblum, Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

  1. Menurut Allan Jhonson, Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.


B. Pengertian, Arti dan Definisi Desa Dan Kota

1. Pengertian Desa
- Menurut Undang-undang No. 5 Tahun 1979 Tentang pemerintah daerah Desa adalah suatu wilayah yang ditempati oleh sejumlah penduduk sebagai kesatuan masyarakat hukum, yang mempunyai organisasi pemerintahan terendah, langsung di bawah camat dan berhak menyelenggarakan rumah tangganya sendiri dalam ikatan negara kesatuan Republik Indonesia.
- Menurut Sutardjo Kartohadikusumo Desa adalah suatu kesatuan hukum tempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri.
- Menurut prof.Drs.Bintato, desa merupakan perwujudan atau kesatuan geografis, social, ekonomi, politik dan kulural yng terdapat di suatu daerah dalam hubungan dan pengaruhnya secara timbale balik dengan daerah lain.
2. Pengertian Kota
- Menurut Prof. Drs. R. Bintarto
Kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik.
- Menurut Louis Wirth
Kota adalah pemukiman yang relatif besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.
- Menurut Arnold Tonybee
Sebuah kota tidak hanya merupakan pemukiman khusus tetapi merupakan suatu kekomplekan yang khusus dan setiap kota menunjukkan perwujudan pribadinya masing-masing.
- Menurut Max Weber
Kota adalah suatu tempat yang penghuninya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan ekonominya di pasar lokal.


- Secara Umum
Kota merupakan tempat bermukim warga kota , tempat bekerja tempat kegiatan dalam bidang ekonomi, pemerintahan, dsb.
C. SOSIOLOGI PERDESAAN DAN SOSIOLOGI PERKOTAAN

Sosiologi pedesaan adalah sosiologi yang melukiskan dan mencakup hubungan manusia didalamnya dan antara kelompok – kelompok yang ada di lingkungan pedesaan (rural dalam bahasa inggris). Perkataan pedesaan dalam pemakaian sehari- hari mudah saja untuk dimengerti. Tetapi jika harus diberikan batasan yang tepat adalah sukar juga. Jika kita ikuti
Maksud untuk mempelajari sosiologi pedesaan adalah untuk mengumpulkan keterangan mengenai masyarakat pedesaan dan hubungan-hubungannya.yang melukiskan setelitinya tingkah laku, sikap, perasaan, motif, dan kegiatan manusia yang hidup dalam lingkungan pedesaan itu. Hasil dari penelitian sosiologi pedesaan tadi dapat di pergunakan untuk usaha-usaha perbaikan penghidupan dan kehidupan manusia pedesaan. Misalnya usaha penyuluhan pertanian.
            Sosiologi perkotaan atau yang sering disebut “urban sociology” adalah kajian sosiologis mengenai kota-kota, seperti prilaku masyarakat kota, pola interaksi masyarakat kota, hubungan social masyarakat kota, problematika dalam masyarakat kota dan lain-lain.


D. PERBEDAAN MASYARAKAT DESA DAN KOTA

Masyarakat Pedesaan
1).   Perilaku homogen
2).   Perilaku yang dilandasi oleh konsep kekeluargaan dan kebersamaan
3).   Perilaku yang berorientasi pada tradisi dan status .
4).   Isolasi sosial, sehingga static
5).   Kesatuan dan keutuhan cultural
6).   Banyak ritual dan nilai-nilai sacral
7).   Kolektivisme
8).   Sederhana
9).   Mudah curiga
10). Menjunjung tinggi “unggah-ungguh” atau kesopanan
11). Lugas
12). Tertutup dalam hal keuangan
13). Perasaan “minder” terhadap orang kota
14). Menghargai (“ngajeni”) orang lain
15). Jika diberi janji, akan selalu diingat
16). Suka gotong-royong
17). Demokratis
18). Religius

Masyarakat Kota:
1).    Perilaku heterogen
2).   Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
3).   Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
4).   Mobilitassosial,sehingga dinamik
5).   Kebauran dan diversifikasi cultural
6).   Birokrasi fungsional dan nilai-nilaisekular
7).   Individualisme
8).   Kehidupan keagamaannya berkurang,
9).   Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus berdantung pada orang lain (Individualisme).
10). Pembagian kerja diantara warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
11). Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota.
12). Jalan kehidupan yang cepat dikota-kota, mengakibatkan pentingnya faktor waktu bagi warga kota, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting, intuk dapat mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
13). Perubahan-perubahan tampak nyata dikota-kota, sebab kota-kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh-pengaruh dari luar.


Related Posts by Categories

4 komentar:

  1. Selamat berkarya, dik, tetap semangat dan selalu kembangkan kreatifitas, salam hangat buat seluruh praja dari angkatan 02 (1990-1993) Adi Lesmana (http://www.adilesmana.com)

    BalasHapus
  2. siap kak..
    mohon bimbingannya kak..
    kami dari angatan 19 juga mngcpkn salam untuk kk purna di daerah kak..
    semoga kk purna semua makin sukses dalam bertugas ya kak..

    BalasHapus
  3. hebat!!! terus berkarya, kalo bisa lebih lengkap dan ada daftar pustakanya, ciayo!!!

    BalasHapus
  4. hebat!!! terus berkarya, kalo bisa lebih lengkap dan ada daftar pustakanya, ciayo!!!

    BalasHapus